• Belajar dari Perjalanan

    Akhir November lalu, sepertinya itu menjadi kesalahan besar buat hidup saya. Dan saya harus belajar banyak dari hal itu. Saya sendiri menyadarinya. Berbekal uang seadanya saya memutuskan untuk berangkat ke Bandung. Saya pikir saya  masih bisa mengejar ketertinggalan, namun teryata tidak. Beberapa hari sebelumnya, saya memang di kampung menemani bapak yang sedang sakit habis operasi, pikiran saya terfokus padanya. Juga anak saya yang baru saa di rawat di rumah sakit karena diare. Di bandung saya mencoba menghubungi beberapa teman, dan akhirnya saya menuju jogja untuk memastikan agenda kampus.  karena di bandung sudah tidak bisa berbuat apa-apa.  Rasa kecewa dan bersalah pada diri sediri pasti ada, Semoga saya bisa belajar banyak dari hal ini. Tak ada rencana jalan-jalan dalam benakku saat itu. Pun saya memutuskan untuk pulang karena keluarga. Karena anak saya.

    Karena kebetulan sudah di jogja saya berharap bisa mengunungi program Menyapa Indonesia LPDP. Program  adalah sebuah program sosial Awarde LPDP di bidang pendidikan dan kebudayaan. Kali ini saya sangat bersyukur bisa ke Sabatang meski cuman sebentar. Mungkin memang benar yang di katakana orang, mengurus masyarakat harus dengan komitmen yang besar. Mengorbankan waktu dan tenaga untuk orang lain. Saya tahu ini sama sekali tidak gampang, apalagi buat teman-teman yang memiliki kesibukan yang sangat banyak. Lelah itu pasti terasa, tapi perasaan ikhlas yang membuatnya hilang. Saya melihat sendiri betapa antusiasnya anak-anak berlatih teater. Perasaan senang wargalah yang pasti akan membuat kita merasa benar benar ‘Ada’ di sana.

    Selama ini, saya sudah sering mengunjungi desa-desa di beberapa tempat di daerah saya.  Tapi meskipun begitu, setiap desa pasti punya ciri khas. Di desa umumnya masyarakat menggunakan bahasa daerah yang sudah menjadi salah satu ciri khas desa tersebut. aku selalu tertarik dengan bahasa-bahasa daerah yang di gunakan masyarakat. Keberagaman Indonesia sangat  kelihatan dan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi.Seorang ibu menyapa dengan bahasa jawa, juga anak-anak memakai bahasa jawa. Saya tidak tahu artinya, tapi saya mulai mengerti apa maksud mereka. Kadang memang ada hal-hal kecil yang sulit dimengerti.

    Tidak banyak yang bisa aku ceritakan di sini, yang pasti saya bersyukur bisa ke sabatang dan mengenal mereka lebih dekat dan teman-teman. Terima kasih atas sambutan yang hangat. Semoga saya memiliki kesempatan untuk membalas setiap kebaikan-kebaikan kecil mereka. Terima kasih untuk semuanya.

     

    Penulis : Andi Sulfiani

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: