Dadiah

DADIAH

Dadiah adalah makanan yang berasal dari susu kerbau yang di fermentasikan dalam sebuah bambu, sebagaimana yoghurt (istilah umum dari jenis susu ini), namun dadiah diperam dalam bekas buluh yang tertutup (atau ditutup dengan daun pisang). Makanan khas ini di Minangkabau disajikan dengan cara mencampurkan dadiah dengan emping beras ketan merah yang sudah dipipihkan serta ditambah santan dan cairan gula merah.Dadiah juga sedap dimakan dengan nasi panas dan sambal.

Banyak orang mengatakan bahwa dadiah adalah sejenis jenis yugurt tradisional yang khas minangkabau. Menurut orang tua-tua di Minangkabau dadiah yang merupakan hasil fermentasi susu kerbau murni itu, sudah ada sejak zaman dahu­lunya. Dadiah yang melewati proses fermentasi sebelum akhirnya disajikan dalam bentuk yogurt itu, dahulunya menjadi makanan favorit sebagai pengganti lauk atau sambal untuk makanan utama (nasi) bagi masyarakat luhak (pusat minangkabau). Bahkan oleh sebagian orang tua-tua di zaman dahulu, dadiah juga kerap dijadikan sebagai parabuang alias makanan ringan pengganti agar-agar, yang disantap bersama potongan cabe muda. Dari segi bahasa, kata “dadiah” memiliki kemiripan dengan dudh, bahasa dari etnis Sindhi (India dan Pakistan). Sementara itu, kebiasaan orang Persia memakan susu fermentasi dengan bawang merah dan mentimun, mirip dengan kebiasaan memakan dadih yang dilakukan oleh orang Minangkabau pada masa dahulu.

Anggota kelompok dadiah terdiri dari Andhika Bintang Mahardika, Andi Andre Pratama Putra, Dien Rahmawati, Dony Indiarto, Fenti Febriani, Fauziah A, Ibrahim (Koordinator), Insan Prima, A. Arif Naufaliansyah, melisa Pramesti Dewi, Angga Dwituti Lestari, Ni Made Kurniati, Novamdra Rhezza Pratama, Poeti Nazura Gulfira A, Rahmila Dapa, Ridzky Novansandro, Risky Christofel Wuwungan, Sayu Aryantari Putri Thanaya, Yenny Rachmawati, Fahima, Asdawati.

Foto Jajanan Dadiah (int)

Foto Jajanan Dadiah (int)

 

%d bloggers like this: