• L’AURORA BOREALIS

    Aurora borealis (taken in one of the areas in Yukon)

    Aurora borealis (taken in one of the areas in Yukon)

    Cerita tentang aurora selalu berhasil membawa saya terbang mem-flashback kisah yang dimulai pada 9 Oktober 2014 yang terangkum dalam kegiatan “A 6-month Indonesia Canada Youth Exchange Program.” Setelah penerbangan berdurasi sekitar 21 jam dengan rute Indonesia – Korea Selatan – Kanada, sekitar pukul 12 malam hari waktu setempat, dengan suhu udara minus 4 derajat celcius, kali pertama saya menapakkan kaki di bumi utara negeri Daun Maple ini. Jauh meninggalkan tempat asal saya, bertemu dengan suasana baru, temperature udara yang sangat berbeda (saat itu, Yukon mulai memasuki winter), dan perbedaan waktu yang sangat terasa yang memaksa jam biologis circadian rhythm ku harus bekerja keras menyesuaikan diri. Ini merupakan awal dari pengalaman ku menjadi representasi Indonesia sekaligus mendapat bonus menyaksikan fenomena alam yang tidak pernah saya nikmati di Indonesia.  Ada banyak kesempatan yang dianugerahi ke saya untuk dapat menyaksikan fenomena langit utara ini. Salah satunya seperti yang akan saya ceritakan berikut.

    Kala itu, waktu  tepat menunjukkan pukul 11.45 pm, ah rasanya mata ini sudah tak kuat lagi menahan letihnya hari. Iya, ini gila, benar-benar gila. Sejenak ku tutup layar laptop yang setia menemaniku dan  ku biarkan lampu kamar rumah duplex ini redup. Hari ini cukup meyesakkan dan malam ini cukup menenangkan. Saya sendiri, yah hanya sendiri, dan gelap ini seolah melepaskan penat dari sekujur tubuh.

    Tak tahan rasanya melihat tiga lapis selimut itu menganggur, segera ku raih mereka dan tanpa sengaja, sekilas ku memandang sebuah rona  hijau muda di balik layar putih tulang yang tergantung indah di jendela kamarku. Coba ku usap sisa-sisa embun pada jendela yang seolah menggigil menghadapi bekunya -22oC  yang terasa -29oC karena sang angin ikut campur. Tampak putihnya salju di sekeliling, rumpun pepohonan conifer pun berselimut salju, namun mereka cukup kuat. Cahaya itu sungguh semakin indah, indah, indah menghiasi langit sisi utara Negara terluas ke dua di dunia ini, Negara “daun maple”. Cahaya Hijau itu nampak sombong dan seolah ingin mencuri perhatian semua orang. Dia, dia memancarkan cahayanya. Menghujam gelap, dan menonjolkan dirinya pada ribuan daun conifer, seakan tertawa dan merajai malam.

    Namun, sungguh dia sangat indah. Subhanallah, ini seolah jawaban dari mimpi masa kecilku. Sejenak jantungku berdebar cepat seperti seorang yang takikardi, tak lain hanya tertegun melihat indahnya hujaman cahaya hijau di langit, sungguh mempesona. Serasa tidak percaya melihat sesuatu yang saya lihat di ensiklopedia dulu. Senyumlah, senyumlah padaku walau dengan kesombonganmu, senyumlah wahai aurora borealisyou are the northern light”. (Whitehorse, yukon territory Nov.28th 2014)

    Aurora merupakan fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetika yang dimiliki oleh planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Aurora borealis itu sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis aurora yang dapat ditemukan di daerah Arktik, seperti Utara Kanada, Alaska,

    Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada 2014/2015, Yukon – Pulau Pramuka

    Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada 2014/2015, Yukon – Pulau Pramuka

    rusia, dan Scandinavia. I was so blessed being in one of which. Saya nyatanya berada di Utara Kanada, White horse yang merupakan ibu kota Yukon territory yang sekaligus merupakan salah satu spot terbaik melintasnya aurora. Banyak turis domestic maupun mancanegara yang selalu berkunjung ke tempat ini untuk menyaksikan keindahan aurora borealis.

    Beberapa orang di Kanada, berdasarkan cerita yang saya dengar, memiliki mitos tersendiri tentang aurora, mereka menganggap bahwa jika seseorang melihat aurora, maka dia akan dibawa serta oleh sang cahaya langit meninggalkan bumi ini. Itulah mengapa, beberapa kepercayaan kuno tidak merekomendasikan seseorang untuk melihat aurora (entah itu hanya legenda atau mitos semata). Sebagian lain, memiliki kebiasaan unik (biasanya dilakukan oleh anak kecil) bernyanyi untuk memanggil dancing northern light. Mereka akan melakukan tarian dan lagu tertentu di tengah tempat terbuka senyampan memanggil kehadiran aurora.

    Saya masih menanti kesempatan untuk melihat fenomena alam yang indah lainnya yang belum pernah saya temui. Try hard, pray harder

     

    Penulis : Linda Ayu Rizka Putri

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: