Papeda

 

PapedaPapeda adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar sagu. Kebanyakan orang menganggap makanan ini berasal dari Papua, namun sebenarnya papeda juga dijumpai di beberapa daerah di Indonesia Timur, seperti Maluku (dengan nama sama, papeda), di Sulawesi Selatan (dengan nama kapurung), bahkan di Brunai Darussalam dan beberapa daerah di Malaysia (dengan nama Linut).
Sebelum disajikan terlebih dahulu, bubur sagu disaring dan ditambahi perasan air jeruk untuk menambah kelezatan rasa, dan ditambah air panas secukupnya kemudian diaduk sampai mengembang. Makanan bertekstur kenyal umumnya disantap dengan ikan kuah pedas dan sayur tagas-tagas yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya, dan ubi jalar. Papeda makin lezat bila disantap selagi hangat. Cara memakannya bisa bermacam-macam: Bisa menggunakan sendok (meski agak sulit karena tekstur papeda yang kenyal), menggunakan sumpit (dengan cara digulung berulang-ulang dengan dua batang sumpit), dan disedot atau diseruput secara langsung  (cara ini lebih banyak dipakai penduduk asli).
Asal-usul nama “papeda” sulit ditelusuri. Namun di Papua, papeda dikenal sebagai “makanan komunikasi” karena mulai dari proses produksi hingga menyajikannya di meja makan, papeda selalu melibatkan banyak orang. Semua proses tersebut melibatkan komunikasi antara orang-orang yang terlibat, dan seringkali proses tersebut disertai dinamika saling berbagi cerita dan memecahkan masalah yang dihadapi. Konon, banyak masyarakat asli Papua memecahkan masalah-masalah rumit di meja makan. Filosofi inilah juga menggambarkan bagaimana “nilai-nilai papeda” dipahami dan diejawantahkan oleh para anggota kelompok Papeda. Papeda adalah grup yang mengutamakan kohesivitas, bak keluarga sendiri. Ibarat keluarga yang mengolah, menyajikan, dan mengonsumsi papeda bersama-sama, demikian juga kelompok Papeda berusaha seirama dalam perjalanannya menempuh PK, bahkan sesudahnya. Harmoni ini dipertahankan bukan hanya dalam kelompok internal Papeda, namun dalam keluarga besar Jivakalpa. ¬†Filosofi lainnya, papeda, sebagai makanan, juga harus dibuat dari sagu berkualitas baik. Demikian juga, kelompok Papeda terus berusaha meningkatkan mutu pribadinya menjadi berkualitas baik.

Anggota Papeda terdiri dari Adam Adiwinata, Ade Pahrudin, Aris Rinaldi, Bernardus Putranda P., Deki Satria (Koordinator), Erwanda Trio Bintan Sabri, Febrina Meutiawati, Laili Nur Anisah, Made Dharmesti Wijaya, Made Ramendra Yogiswara, Marlodieka Wibawa, Michael Seno Rahardanto, Muh. Nur Musa, Nashrul Millah, Nia Milastuti, Nurul Khairani Abduh, Rafika Diantika, Ricky, Rizal Andi Syahbana, Satya Hermansyah Putri, Tri Sulastri

%d bloggers like this: