• Sebatang dan Cerita

    Pada tanggal 14 okt 2015, Awardee LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan segenap Tim MI (Menyapa Indonesia) yang diwakili Saya, Mas Aziz, Bang Arion dan Mbak Ela mengunjungi Sebatang dalam rangka membahas persiapan program seni dan budaya yang telah direncanakan. Kami berangkat dari kota jogja jam 9 pagi dan tiba disana pada jam 11.

    Program yang diinisiasi oleh tim MI, dgn tajuk Sebatang Sedaya (Seni dan Budaya) bertujuan untuk membangkitkan kembali seni budaya,salah satunya, Jathilan Klasik yg telah lama vakum di Dukuh Sebatang. Berdasarkan hasil diskusi dengan para seniman di Sebatang, seni Jathilan Klasik sudah digantikan tempatnya oleh Jathilan Kreasi. Sehingga kami ingin membangkitkan kembali semangat para seniman untuk regenerasi budaya Jathilan Klasik tsb.

    Ada beberapa masalah teknis yang dibahas pada waktu itu, seperti kesepakatan waktu sulit tercapai untuk kegiatan karena ada beberapa narasumber yang telah punya agenda lain pada saat tanggal pelaksanaan workshop, jumlah peserta workshop, jumlah performer, dll.

    Rencananya workshop akan dilaksanakan sabtu pagi hingga Minggu sore berkolaborasi dengan dukuh lain. Seniman dari dukuh lain itu ada Bapak Sutrisno Wiroso ,Mas Bambang Cahyono,dan Mas Basuki Canthung. Tujuan utamanya adalah untuk merekatkan para seniman antar pedukuhan dan menjadikan Desa Hargotirto sebagai kantong seni di Kulon Progo.

    Sebagai upaya awal, tim MI melihat perlu adanya pendampingan agar kesenian tradisi di Dukuh Sebatang tidak punah.
    Dalam perjalanan, kami mengunjungi 4-5 orang seniman. Jumlah kunjungan memang tidak banyak, hal yang dibahas juga terkait kesediaan mereka untuk mengikuti workshop budaya dan memberi motivasi kepada generasi muda sebatang untuk melestarikan budaya klasik.

    Apa yang saya dapat hari itu benar-benar luar biasa. Akses untuk ke rumah mereka sangat berat. Jalannya tidak layak untuk dilewati mobil, rumah mereka berjauhan antara satu dan lainnya.

    Sesampainya di rumah seniman dan menyampaikan maksud dan tujuan kami berkunjung, mereka nampak sangat bersemangat.

    Banyak sekali hal-hal menarik yang Saya temukan, seperti seniman yang sejak kecil sudah diwarisi kesenian klasik oleh ayah dan kakeknya dan berusaha melestarikannya sampai sekarang, beliau tidak sekolah tetapi soal kesenian klasik, dia jagonya. Ada pula seniman yang tempat tinggalnya harus mendaki gunung lewati lembah di pedalaman namun sangat kreatif dalam membuat kostum Jathilan yang sangat detail (beliau membuatnya sendiri! tanpa bantuan orang lain! dengan usia yang sudah sangat sepuh) Beliau adalah Bapak Sutrisno Wiroso,orang yang sangat berdedikasi dalam kesenian klasik. Dan banyak lagi yang teman2 mesti cari tahu sendiri dengan datang ke Sebatang😊

    Saya ingin mengajak teman-teman untuk mengunjungi sebatang. Percayalah, apa yang kalian baca lewat report dan foto Tim MI di jogja hanyalah permukaannya saja. Pasukan MI di Jogja melakukannya lebih dari itu. Saya salut sekaligus merasa bersalah kepada mereka yang telah meluangkan waktunya untuk program kita. Yang ingin membantu teman-teman yang telah berjuang di Jogja, bantulah sepenuh hati. Berikan ide dan semangat kepada mereka. Karena MI adalah program kita bersama.

    Sebatang Sedaya dan Salam Budaya!

    Penulis : Resty Asmauryanah Armis

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: