• Sekolah di Luar Negeri itu “Keren”

    Sejak dulu, saya selalu ingin kuliah di luar negeri. Alasannya banyak, yang mungkin sama seperti alasan banyak orang yang memiliki keinginan serupa. Ingin belajar mandiri, menjelajah negeri orang, tinggal di sana, merasakan jauh dari keluarga, berpetualang, belajar hal-hal baru, dan mungkin juga keinginan untuk terlihat keren dengan titel-titel yang akan didapat setelah pulang dari luar negeri, dan mungkin juga (lagi) keinginan untuk nggak kalah keren sama yang sering pasang foto-foto di luar negeri di medsos :p hahahah.

    Ups, rasanya keren sekali! Terlebih dengan banyaknya buku-buku motivasi yang dijual di pasaran untuk kuliah di luar negeri, plus dengan segitu banyak akses beasiswa (termasuk LPDP) kesempatan untuk mewujudkan cita-cita tersebut semakin besar rasanya.

    Lalu, di sinilah saya sekarang. Di kota Fukuoka, menuntut ilmu di salah satu universitas (yang katanya terbaik) di Jepang. Yup, saya berhasil mencapai salah satu cita-cita saya untuk menuntut ilmu di negeri orang! Puji syukur kepada Allah, alhamdulillah!

    Lalu? Gimana rasanya?

    Biasa aja. Haha.

    Saya kira saya akan merasa keren kalau sudah sampai sini. Tapi toh nyatanya saya ngerasa biasa aja. Haha. Kuliah di luar negeri nggak sekeren itu kok :p. Biasa wae.

    Pada kenyataannya, dimanapun kamu berada, kehidupan akan selalu sama. Akan selalu ada rintangan yang menghadang. Roda terus berputar, naik dan turun. Di suatu masa kamu akan senang, di masa yang lain sedih. Justru dengan memulai kuliah di luar negeri, bagi saya, saya memulai hidup saya dari awal lagi. Kamu yang dulunya dianggap pintar di Indonesia, begitu ke luar negeri, kemampuannya jadi sama-sama dimulai dari nol lagi. Kamu akan lihat orang-orang yang lebih pintar dari kamu. Yang dulunya dianggap populer, belum tentu punya temen banyak lagi di luar negeri. Yang dulunya begini dan begitu, belum tentu di luar negeri akan mengalami nasib yang sama. Dan kalau tidak pintar-pintar bersyukur, hidup di luar negeri bisa jadi berat rasanya, karena kehidupan sehari-hari pun butuh banyak effort untuk beradaptasi, belum lagi beradaptasi dengan kuliahnya, dan sebagainya.

    Jadi bagi saya, hidup di mana saja, itu sama saja. Hanya soal mampu bersyukur atau tidak. Hidup di mana pun, tidak akan pernah enak rasanya kalau setiap hari mengingkari nikmat Allah, kan?

    Lagipula, apalah artinya dianggap keren atau merasa keren kalau tidak bermanfaat bagi orang lain. Kalau bisa kuliah di luar negeri sampai kayak Pak Habibie, itu baru definisi keren yang sesungguhnya. Sisanya, apalah, cuma titel-titel nggak penting. Jadi bagi yang belum pernah kuliah di luar negeri, nggak perlu sedih, banyak yang nggak pernah kuliah di luar negeri tapi toh membawa manfaat lebih banyak (dan itu jauh lebih keren!). Yang udah di luar negeri, biasa aja nggak usah sombong (..), jangan pamer foto muluk, belajar yang bener, duit negara tuh! (ngomong ke diri sendiri ..)

    Anyway, terlepas dari semua itu, saya senang di sini. Walaupun capek, dan stress dengan banyaknya laporan-laporan, penelitian yang masih suka kepentok-pentok, kemampuan berbahasa Jepang yang masih jauh dari lancar. Saya suka. Semuanya seperti tantangan yang harus ditaklukan satu per satu yang suatu hari nanti, setelah lelah-lelah berjuang akan dikenang di saat tua dengan senyum-senyum sendiri, insyaAllah.

    Jadi dimanapun kalian berada, ganbatte ne! Semangat menuntut ilmu!

    Writer : Melisa Pramesthi Dewi

    (Student of Kyushu University)

     

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: