• Selamat Hari Guru Nasional

    Teacher Day's Poster

    Di Indonesia, 25 Nopember selalu diperingati sebagai hari guru nasional. Saatnya para siswa mohon ampun dan berterimakasih kepada guru mereka. Saatnya sesama guru saling menyalami dan menyemangati di hari besar mereka. Saatnya pendidikan di Indonesia, setidaknya satu hari dalam satu tahun, mengalami penyegaran semangat untuk peningkatan mutu pendidikan agar lebih dan lebih baik lagi. Selamat hari guru! Lantas, apa yang perlu disoroti di Hari Guru Nasional 2015? Pendidikan abad 21.

    Pendidikan abad 21 memunculkan banyak trend-trend untuk pendidikan (di berbagai tempat) dapat terus berbenah dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu trend yang mendasar adalah perubahan paradigma terhadap guru: dari sebelumnya dianggap sebatas PENGAJAR menjadi seorang PENDIDIK. Apa bedanya? KBBI mendefinisikan pendidik sebagai seseorang yang memelihara dan memberi latihan (berupa ajaran, tuntunan, atau pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan, pengajar lebih terbatas pada pemberian ilmu atau keahlian. Ada domain yang lebih luas yang dicakup oleh seorang pendidik.

    Dalam diri semua orang, ada tiga domain pembelajaran yang dimiliki, yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Menurut Bloom (1956), kognitif meliputi tata kelola pengetahuan dan perkembangan dari kemampuan-kemampuan intelektual. Sedangkan, Simpson (1972) menyebutkan bahwa psikomotor mengakomodir kegiatan fisik yang melibatkan koordinasi dan penggunaan kemampuan motorik seseorang. Terakhir (dan yang tergolong jarang diekspos) adalah afektif yang meliputi motivasi, perilaku, persepsi, dan nilai-nilai. Ketiga domain ini bukan saling memusuhi atau memiliki persaingan, melainkan perlu eksplorasi dan pengembangan yang berimbang antara ketiga domain tersebut.

    Lantas, apakah hanya guru yang perlu memahami ketiga domain pembelajaran tersebut? Tentu tidak. PENDIDIKAN ADALAH MILIK KITA SEMUA, dan pendidik tidak harus hanya menjadi definisi dari seorang guru. Pemahaman bahwa cerdas tidak hanya sebatas cerdas kognitif sangatlah penting untuk diketahui lebih banyak orang. Dijelaskan sebelumnya bahwa dua kategori cerdas lain (cerdas psikomotor dan cerdas afektif) dimiliki setiap orang dan penting untuk bersama-sama dikembangkan. Artinya, jika semua orang mampu memahami ini, maka semua orang bisa dan mampu menjadi seorang pendidik bagi orang lain.

    Terdengar klise, tapi trend inilah yang menjadi salah satu yang terus digalakkan pada pendidikan abad 21. Sebagai contoh, psikolog dalam memberi konsultasi kepada pasien tentu perlu memperhatikan sisi afektif sang pasien, sisi yang mempengaruhi motivasi dan persepsi akan permasalahan yang dijalani. Atau, seorang manajer dalam memimpin tentu perlu memberikan teladan bagi anak buahnya agar dapat menjalani suatu pekerjaan dengan sebaik mungkin. Pasien dan anak buah bukan lagi seorang siswa di bangku sekolah. Namun dengan adanya perlakuan lingkungan yang mendidik, kehidupan akan terus berjalan ke arah yang lebih baik. Inilah pendidikan, tidak berbatas pada status dan situasi melainkan bisa terjadi dimana saja.

    Maka, selamat hari guru nasional! Selamat bagi para guru yang menjalani tugas lebih dari sekedar mengajarkan ilmu yang dikuasai, namun juga mendidik para siswa untuk berkembang lebih baik. Dan, selamat pula untuk kita semua, dengan apapun itu profesi kita, jika selalu ada semangat mendidik dalam setiap garis besar aktivitas kita. Maju terus pendidikan Indonesia!

     

    Penulis : Jonathan Saputra

    Mahasiswa Magister Universitas Padjajaran

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: