Songkolo Bagadang

SONGKOLO BAGADANG

Songkolo Bagadang adalah makanan khas Bugis Makassar di Sulawesi Selatan. Songkolo adalah beras ketan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus kemudian disajikan dengan taburan kelapa yang gurih dan manis dengan pendamping ikan asin dan sambal tumis. Biasanya dikemas menggunakan daun pisang. Di Makassar, makanan ini biasanya dijual pada saat mulai malam sampai pagi hari. Sesuai namanya ”Bagadang” (begadang), makanan ini dikonsumsi pada malam hari oleh para penjelajah malam seperti pekerja malam atau orang-orang yang aktivitasnya di malam hari. Mulai dari tukang becak, tukang ojek, mahasiswa yang punya kegiatan malam di kampus, dan pekerja kantoran yang sekadar pesan dan bungkus untuk dibawa pulang.

Beras ketan yang manjadi bahan utama pada makanan ini dapat memberikan manfaat berupa tambahan energi dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, mengkonsumsi ketan juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan dengan meningkatkan asupan mineral dan vitamin yang penting bagi tubuh.

Seperti halnya para penjelajah malam lainnya, para awardee LPDP juga termasuk individu-individu yang siap begadang, mengerjakan tugas-tugas kuliah ditemani Songkolo Bagadang. Hal ini dapat meningkatkan asupan energi para awardee untuk menyelesaikan tugas di malam hari.

Anggota kelompok songkolo bagadang terdiri dari 21 orang yaitu Diyah Kusumawardani (Koordinator), Angga Maulana Purba, Andromeda zandly, Ary Utary Nur, Benny Handoko, Laela Mukaromah, Muhammad Zaki Su’aidi, M Johan Alibasah, Masya Surra Handarini Nurbudhi, Markham Faried, Maulana Ikhsan, Mohammad Jefry Giranza, Muhammad Yasir Muzayan, Munawwarah, Ratna sari, Resty Asmauryanah Armis, Rifqi Ikhwanuddin, Wahyu Vian Pratama, Vivi Gusrini Rahmadani, Ulfa Hansri, Tri Nurdin Anthoni Situmorang.

Songkolo Bagadang (7)

Foto songkolo Bagadang (Int)

 

%d bloggers like this: