• Tentang Nuril (Jivakalpa Scholarship)

    Nuril Azzam Musyafa adalah murid kelas 3 SD Muhammadyah. Anak ketiga dari empat bersaudara dan merupakan anak laki-laki terkecil. Orang tuanya bermata pencaharian sebagai penderes dan pembuat gula jawa. Nuril memilik kakak perempuan yang kini kuliah di jogja, kakak laki laki bernama Syafiq, kelas 5 SD Muhammadiyah, dan adik perempuan murid kelas 1.

    Menurut kedua orang tua dan guru di sekolah, Nuril memiliki semangat belajar yang tinggi, bisa menduduki peringkat 4 di sekolah. Selain itu semangat belajar yang tinggi ini dibarengi dengan kepercayaan diri yang cukup baik pula, sehingga akan lebih mudah untuk menggali potensi dari Nuril. Nuril berkeinginan menjadi Pilot. Hmm, keinginan yang masih umum sekali bagi kebanyakan anak SD. Namun, dilihat dari cara Nuril bercerita, dia memiliki tujuan dan gagasan yang baik untuk masa depannya.

    Faktanya, ada beberapa hambatan yang potensial akan dialami Nuril. Dari kondisi ekonomi keluarga, kedua orangtua Nuril kurang dapat memfasilitasi perkembangan pemikiran nuril. Ketika ditanya, “Apa yang akan Nuril lakukan untuk meraih cita citamu?”, dia terlihat bingung. Sampai, diketahuilah bahwa kedua orangtua Nuril ingin agar Nuril bersekolah di pondok seusai lulus SD, yang bersumber dari kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung.

    Selain itu, potensial hambatan yang dapat dialami nuril adalah dari kakak laki lakinya, Syafiq. Berbeda dengan Nuril, semangat belajar Syafiq tidaklah sebesar semangat Nuril. Syafiq juga terpengaruh oleh kawan-kawannya sehingga menjadi gadget addict. Mengapa Syafiq berpotensi menjadi hambatan? Karena, ada kecemburuan yang dapat dimiliki oleh Syafiq. Indikasi-indikasi kecemburuan sudah terlihat di awal ketika Nuril diwawancara, ada tatapan amarah dan tingkah laku khas kecemburuan seorang Kakak terhadap Adik yang eksplisit.

    Terakhir yang dapat muncul dari pengamatan adalah kecanduan gadget sebagai potensi hambatan Nuril. Walaupun saat ini belum terjadi, namun ketika ditanya masalah gadget, dengan mantap Nuril menjawab, “aku akan punya HP nanti habis sunat kak, kelas 4”. Berkaca dari ketergantungan Syafiq, perlu diperhatikan secara khusus perihal gadget Nuril kelak agar tak menjadi potensial hambatan bagi nuril untuk berkembang.

    Sebagai Kakak Pendamping Nuril, langkah awal sebagai treatment untuk Nuril adalah pemberian pengertian kepada Nuril bahwa tidak semua yang dilakukan Syafiq adalah hal yang benar dan dapat ditiru. Pemberian pengertian ini haruslah tepat sasaran, agar tidak membuat Nuril mengurangi santunnya terhadap sang Kakak. Selain itu, pemberian motivasi guna menanggulangi efek kecemburuan yang (kemungkinan besar) akan muncul dari Syafiq. Pemberian motivasi untuk tetap giat belajar dan terus memelihara cita-citanya tentu menjadi hal yang juga perlu diberikan untuk Nuril. Pendampingan untuk mata pelajaran juga perlu agar mampu membantu Nuril meningkatkan prestasi di sekolah. Hal ini perlu dilakukan, karena Nuril selama ini tidak memiliki tempat untuk berkeluh kesah dan meminta bantuan tentang permasalahan di sekolah dikarenakan kondisi keluarganya. Langkah-langkah selanjutnya tentu akan disesuaikan seiring berjalannya waktu untuk memahami kondisi Nuril dan keluarganya.

    Pratyangga Surya Dyaninggar (kakak pendamping Nuril)

    Universitas Gadjah Mada

    Comments

    comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: